Sejarah

Akademi Perikanan Sorong (APSOR) resmi berdiri pada tanggal 01 Mei 2001, berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : KEP.26.J/MEN/2001. Untuk memperkuat legalitas dan mempertegas penyelenggaraan pendidikan tinggi APSOR, maka pada tanggal 19 Oktober 2004, berdasarkan Surat Rekomendasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor : 3975/DIT/2004 dibuka Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), Mesin dan Peralatan Perikanan (MPP), dan Teknologi Budidaya Perikanan (TBP).

Seiring dengan semakin tingginya perhatian, keyakinan, dan harapan bahwa sektor kelautan dan perikanan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber devisa untuk kesejahteraan masyarakat, maka peran keterlibatan APSOR dalam mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan juga harus ditingkatkan. Optimisme dan harapan ini menjadi semakin kuat dengan adanya fakta bahwa kondisi potensi sumberdaya kelautan dan perikanan (terutama yang terdapat di provinsi Papua dan Papua Barat) yang tinggi, serta memperhatikan masukan dari berbagai pihak tentang  kebutuhan SDM profesional di bidang kelautan dan perikanan, maka APSOR berkehendak dan memandang perlu untuk melakukan pengembangan berbagai bidang pengetahuan khusus.Untuk mewadahi pengembangan berbagai bidang pengetahuan tersebut, maka  dilakukan perubahan bentuk perguruan tinggi, yaitu dari akademi (Akademi Perikanan Sorong), yang disingkat APSOR menjadi Politeknik (Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong), yang disingkat Poltek KP Sorong.

Peningkatan Status Akademi Perikanan Sorong (APSOR) menjadi Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong (Poltek KP Sorong) akan mewadahi seluruh input sumberdaya manusia (SDM) Indonesia yang akan mengisi kebutuhan sumberdaya manusia (SDM) kelautan dan perikanan yang profesional sebagai Tenaga Ahli di bidang Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), Teknologi Mesin dan Peralatan Perikanan (TMPP), dan Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), serta tenaga ahli lainnya yang menunjang pembangunan bidang Kelautan dan Perikanan.